#OPINI, Antara LGBTQ+ dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Disclaimer dulu, aku bukan seorang ulama atau tokoh penting, hanya seseorang yang suka menulis dan menjadi pendengar dari berbagai sisi tetapi tetap berusaha untuk memegang agama Islam di setiap lini kehidupan. Kalau ditanya apakah aku setuju untuk memanusiakan LGBTQ+? Ya. Lalu, apakah aku perlu menggunakan adab dan sopan santun saat berinteraksi dengan LGBTQ+? Tentu. Pertanyaannya, kenapa? Karena mereka juga sama-sama manusia. Lalu, apakah aku setuju ketika LGBTQ+ ini terkesan ingin meromantisasi dan menyebarluaskan pengaruhnya? Tidak, tetapi aku juga tidak akan mengintervensi. Kenapa? Karena ini sudah ke ranah belief, atau kepercayaan. Sama seperti pendeta yang berdakwah di internet dan mengajak untuk menuhankan Yesus. Apakah aku setuju dengan pendeta tersebut? Tidak, tetapi aku juga tidak akan mengintervensi. Sepertinya, beberapa minggu ke belakang, aku pernah bertanya ke AI mengenai, bagaimana aku seharusnnya bersikap di sekitar LGBTQ+ sebagai seorang muslim? Karena yang aku tahu, ...