Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Benarkah Aku Benar-Benar Menyedihkan?

Ketika memikirkan bahwa orang-orang sudah wisuda. Seringkali, aku merasa sendirian dan ditinggalkan oleh mereka. Padahal, ada yang pindah kampus atau jurusan hingga turun setahun, ada yang sama sepertiku sedang mengerjakan tugas akhir, bahkan ada juga yang baru berkuliah S1 di usia senja, dan itu tidak menyedihkan. Ketika memikirkan bahwa hanya aku satu-satunya yang melakukan kesalahan di tempat kerja, ternyata tidak juga, ada yang melakukan kesalahan dan banyak yang mengevaluasi kinerjanya, dan itu tidak menyedihkan karena tugas manusia memang terus belajar dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ketika aku berpikir untuk mengundurkan diri dari pekerjaan-pekerjaan yang saat ini kupunya. Di sisi lain, ada orang-orang yang memegang pekerjaan-pekerjaan itu dengan erat karena merasa dihargai, dan itu tidak menyedihkan. Ketika aku merasa sedih tidak dipilih menjadi orang yang disukai oleh orang-orang yang kusuka, ada juga orang-orang yang menyukaiku tetapi tidak disukai ol...

Uncertainty

What a privilege to worry about work and thesis while others are struggling with nuclear weapons. What a privilege to be healthy, even though I often get drenched in the rain. What a privilege to have a friend and a colleague who supports you unconditionally.  What a privilege to make people smile even though it's rainy inside.  That "bagaikan kemarau yang panjang" is relatable for me nowadays. Because the uncertainty from my uncertain dreams makes me cry. When I'm not even certain, are those even really my dreams?