Benarkah Aku Benar-Benar Menyedihkan?

Ketika memikirkan bahwa orang-orang sudah wisuda. Seringkali, aku merasa sendirian dan ditinggalkan oleh mereka. Padahal, ada yang pindah kampus atau jurusan hingga turun setahun, ada yang sama sepertiku sedang mengerjakan tugas akhir, bahkan ada juga yang baru berkuliah S1 di usia senja, dan itu tidak menyedihkan.

Ketika memikirkan bahwa hanya aku satu-satunya yang melakukan kesalahan di tempat kerja, ternyata tidak juga, ada yang melakukan kesalahan dan banyak yang mengevaluasi kinerjanya, dan itu tidak menyedihkan karena tugas manusia memang terus belajar dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Ketika aku berpikir untuk mengundurkan diri dari pekerjaan-pekerjaan yang saat ini kupunya. Di sisi lain, ada orang-orang yang memegang pekerjaan-pekerjaan itu dengan erat karena merasa dihargai, dan itu tidak menyedihkan.

Ketika aku merasa sedih tidak dipilih menjadi orang yang disukai oleh orang-orang yang kusuka, ada juga orang-orang yang menyukaiku tetapi tidak disukai olehku, bukankah kita berarti sama? dan itu tidak menyedihkan karena rasa suka adalah sesuatu yang diluar kontrol kita.

Ketika aku merasa bahwa saudara-saudara kandungku tidak bisa memberikan kasih sayang seperti saudara-saudara yang dimiliki orang lain. Aku juga sebenarnya sama seperti mereka, tidak bisa mengupayakan sebesar saudara-saudara lain karena kerenggangan yang dimiliki. Tetapi, betapa indahnya saat bertemu, bahwa kita baik-baik saja dan masih merasa memiliki satu sama lain meski yang dimiliki hanya pertemuan-pertemuan singkat, dan itu tidak menyedihkan.

Ketika aku merasa bahwa orang tua tidak bisa berperan seutuhnya karena masih sama-sama menyembuhkan luka. Tetapi, betapa beruntungnya bahwa mereka masih ada di dunia ini dan betapa berharganya teguran-teguran karena kasih sayang yang tidak pernah tersalurkan secara bertahap, buah dari keterbatasan ruang dan waktu yang mereka miliki dengan anak-anaknya, dan itu tidak menyedihkan.

Kesimpulannya, keadaan apapun yang kita miliki, tidak ada yang benar-benar menyedihkan karena diberi kesempatan hidup saja sudah merupakan berkah yang tidak bisa diciptakan karena ingin, itu diluar kendali kita sebagai manusia.

Yang benar-benar menyedihkan adalah orang yang mencuri berkah itu dari orang lain dan tidak menyesal sampai akhir hayatnya atau orang yang mencuri berkah itu dari dirinya sendiri... Wallaahua'lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uncertainty

and suddenly, i don't feel that confident once again