Mawar Berduri
Setiap kali melihatnya, perasaan yang muncul adalah sepi, hanyut, dan punggungnya saja. Ia memang wanita hebat yang pernah kutemui, melakukan segala hal dengan penuh tanggungjawab, tapi lelah adalah hal pertama yang terukir di wajahnya. Mungkin, duri itu adalah emosi yang dapat ia salurkan meski dipandang menyakitkan oleh beberapa orang. Namun, kata-kata yang ia berikan ada benarnya, meski caranya keliru. Lagipula, manusia memang tidak sempurna. Ia yang cantik dan mandiri, belum tentu memiliki segalanya. Dari sini, aku hanya perlu memahami bahwa duri yang menusuk itu, bagian terapuh saat sesuatu yang ada pada hidupnya tak sejalan.